Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sektor perdagangan luar negeri Vietnam berhasil mencatatkan performa gemilang. Laporan terbaru mencatat total nilai impor dan ekspor mencapai US$549,69 miliar, sebuah kenaikan signifikan sebesar 27,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Khusus untuk ekspor, Vietnam berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 21% dengan total nilai US$266,52 miliar.
Kinerja impresif ini didominasi oleh sektor industri olahan yang berkontribusi hingga 90% dari total omzet ekspor. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menunjukkan ketahanan luar biasa dengan sumbangan hampir US$25 miliar. Sebanyak 29 komoditas ekspor kini telah menembus angka penjualan di atas US$1 miliar, dengan lima kategori unggulan, seperti elektronik dan mesin, bahkan melampaui ambang batas US$10 miliar.
Tran Thanh Hai, Wakil Direktur Departemen Impor-Ekspor Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, menyebutkan bahwa angka pertumbuhan tersebut merupakan bukti efektivitas koordinasi kebijakan antara pemerintah dan pelaku bisnis. Namun, ia juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap tantangan logistik, persyaratan keberlanjutan yang semakin ketat, serta pentingnya pemanfaatan 17 perjanjian perdagangan bebas (FTA) secara lebih optimal untuk menjaga daya saing di pasar internasional.
Di sisi lain, para pelaku industri seperti Asosiasi Pengolahan dan Ekspor Makanan Laut (VASEP) dan Asosiasi Kayu dan Produk Hutan (Viforest) terus melakukan adaptasi proaktif. Meskipun menghadapi kendala internal seperti keterbatasan tenaga kerja dan akses kredit, dunia usaha terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi teknologi serta penerapan standar ramah lingkungan sesuai tuntutan pasar global.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memangkas hambatan administratif dan memperbaiki ekosistem industri melalui penyusunan Undang-Undang Industri Utama. Sinergi berkelanjutan antara reformasi kebijakan pemerintah dan inovasi sektor swasta diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi Vietnam untuk melampaui target omzet ekspor sebesar US$1.000 miliar sepanjang tahun 2026.