Universitas Diponegoro (UNDIP) melangkah maju dalam mendukung transisi energi rendah karbon melalui kolaborasi strategis dengan mitra industri di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sejak Maret 2026, kedua pihak mengimplementasikan teknologi pirolisis katalitik untuk mengolah limbah plastik non-organik menjadi bahan bakar cair yang lebih ramah lingkungan.

Proyek ini melibatkan para akademisi dari Departemen Teknik Kimia UNDIP yang berfokus pada pengembangan reaktor serta sintesis katalis berbasis zeolit. Sementara itu, PT Dahana Solusi Inovasi berperan sebagai mitra lapangan yang menyediakan infrastruktur, pasokan bahan baku plastik, serta dukungan operasional. Sinergi ini dirancang untuk memindahkan inovasi riset dari skala laboratorium ke taraf aplikasi industri yang nyata.

Ketua tim peneliti UNDIP, Prof. Didi Dwi Anggoro, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini mencakup transisi dari reaktor statis menjadi reaktor berputar guna meningkatkan efisiensi konversi termal. Inovasi tersebut diklaim mampu menghasilkan minyak pirolisis dengan rendemen hingga 75 persen, yang memenuhi standar teknis untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif komersial.

Dari sisi lingkungan, program ini memberikan solusi konkret terhadap penumpukan sampah plastik yang selama ini membebani tempat pemrosesan akhir. Selain mereduksi limbah, operasional ini juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja baru, mulai dari pengumpulan hingga tahap operasional di fasilitas pabrik.

Direktur PT Dahana Solusi Inovasi, Agni Sakti, menyatakan kesiapannya untuk mengomersialisasikan teknologi ini ke skala yang lebih besar. Langkah ini diharapkan mampu membantu industri lokal menekan biaya produksi sekaligus meminimalkan emisi karbon, sejalan dengan komitmen universitas dalam memenuhi target pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait energi bersih, inovasi industri, dan konsumsi yang bertanggung jawab.