Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tidak hanya berfokus pada adaptasi lingkungan akademik. Sejumlah sekolah, khususnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II Gunung Merapi, kini mengintegrasikan materi edukasi mitigasi bencana sebagai kurikulum tambahan bagi siswa baru.

Salah satu agenda edukasi tersebut berlangsung di SMPN 2 Pakem pada Senin (13/7). Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur keselamatan dan langkah evakuasi mandiri yang harus dilakukan apabila terjadi aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi.

Penyampaian materi tersebut difasilitasi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya preventif untuk membangun kesadaran dini dan kesiapsiagaan para pelajar sejak bangku sekolah terhadap risiko geografis yang ada di lingkungan tempat tinggal dan tempat belajar mereka.

Pihak penyelenggara menekankan bahwa edukasi mitigasi ini sangat krusial agar siswa memiliki ketangkasan dalam merespons kondisi darurat. Dengan pembekalan sejak dini, diharapkan risiko dampak buruk dari bencana alam dapat diminimalisir melalui pemahaman prosedur keselamatan yang tepat dan terukur.