Pemerintah mulai tancap gas mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf, menginstruksikan seluruh jajaran kementerian di tingkat pusat maupun daerah untuk segera bergerak cepat menyelaraskan langkah dengan lini masa operasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali pada Kamis (23/7/2026), Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan menekankan pentingnya sinergi dan ketepatan waktu dalam setiap tahapan persiapan. Menurutnya, kesuksesan pelayanan haji sangat bergantung pada koordinasi yang solid demi kenyamanan para calon jamaah.

Lebih lanjut, Gus Irfan menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan transformasi haji tidak semata-mata dilihat dari aspek kelancaran administratif dan transportasi. Jauh lebih penting dari itu adalah kemampuan instansi dalam memberikan rasa aman, ketenangan, serta kepastian bagi jamaah sejak masa persiapan di tanah air hingga kembali dari tanah suci.

Salah satu poin krusial yang disorot Menhaj adalah penguatan aspek istithaah kesehatan atau pemenuhan syarat kemampuan fisik jamaah. Ia meminta agar proses pemeriksaan medis terhadap calon jamaah haji dilakukan jauh-jauh hari dan diiringi dengan program pembinaan kesehatan secara berkala.

Langkah preventif ini dinilai sebagai bentuk perlindungan nyata dari negara untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan saat ibadah berlangsung. Gus Irfan optimis, kondisi fisik jamaah yang bugar dan siap secara medis akan mendukung kekhusyukan serta kelancaran prosesi ibadah di tanah suci.