Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Buya Anwar Abbas, menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI). Institusi pendidikan baru ini direncanakan mengadopsi model L'École nationale d'administration (ENA) asal Prancis guna melahirkan birokrat dan pemimpin bangsa yang berdedikasi tinggi serta patriotik.
Meski mengapresiasi langkah tersebut, Anwar Abbas mengingatkan bahwa tantangan Indonesia ke depan tidak hanya sebatas mencetak pemimpin dan birokrat. Menurutnya, untuk menjadi negara maju, Indonesia sangat membutuhkan kehadiran para ilmuwan, ahli teknologi, serta wirausahawan (entrepreneur) yang andal di berbagai sektor.
Anwar kemudian mencontohkan keberhasilan beberapa negara Asia seperti Korea Selatan, Taiwan, dan China. Kemajuan ekonomi dan pengaruh politik global yang dimiliki negara-negara tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari kontribusi para ilmuwan, teknolog, serta pengusaha yang bekerja secara sinergis dalam membangun bangsa.
Terkait rencana pendirian URI, Anwar mempertanyakan urgensi pembangunan universitas baru tersebut. Ia menyarankan pemerintah untuk mengoptimalkan universitas dan perguruan tinggi yang sudah ada di Indonesia, daripada mengalokasikan sumber daya untuk membangun institusi baru dari nol.
Banyak perguruan tinggi nasional saat ini dinilai telah memiliki tradisi akademik dan budaya riset yang kuat untuk mencetak SDM unggul di bidang IPTEK dan ekonomi. Pemerintah diharapkan memberikan dukungan penuh serta alokasi anggaran yang memadai agar kampus-kampus yang ada mampu bersaing di tingkat global dan membawa Indonesia sejajar dengan negara-negara maju.