Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus meningkatkan langkah-langkah mitigasi serta kesiapsiagaan menyusul peningkatan status Gunung Anak Krakatau (GAK) ke Level III atau Siaga. Pemerintah daerah memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak panik, mengingat aktivitas pariwisata di sepanjang pesisir Anyer hingga Carita dipastikan masih berada dalam koridor aman.

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menegaskan bahwa pihaknya kini memfokuskan perhatian tidak hanya pada pemantauan erupsi secara langsung, tetapi juga pada penyusunan strategi antisipasi dampak sekunder. Fokus utama dari langkah ini adalah mitigasi terhadap potensi ancaman tsunami yang terukur dan terkoordinasi.

"Kami telah mengintensifkan upaya mitigasi sejak awal tahun dan memperkuatnya kembali setelah status GAK ditingkatkan menjadi Siaga. Koordinasi lintas sektor terus kami jalin secara ketat bersama PVMBG, BMKG, serta unsur TNI dan Polri demi memastikan kesiapan skenario penanganan bencana di lapangan," ujar Lutfi di Serang, Senin (13/7/2026).

Sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi wisatawan dan masyarakat pesisir, BPBD Banten juga telah memberikan pelatihan evakuasi cepat kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). Langkah ini merupakan bagian dari upaya edukasi agar setiap pihak yang bertugas di garis pantai memiliki kecakapan dalam menghadapi situasi darurat.

Lutfi menekankan bahwa pengambilan keputusan mengenai evakuasi akan selalu didasarkan pada data ilmiah yang akurat. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru melakukan pengungsian kecuali terdapat indikasi bahaya tsunami yang terkonfirmasi oleh instansi berwenang. Di sisi lain, pengamat dari PVMBG, Anggi Nuryo Saputro, mengingatkan publik untuk tidak membandingkan kondisi geologis GAK saat ini dengan peristiwa masa lalu, mengingat terdapat perubahan morfologi yang signifikan pada gunung tersebut.