Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan personel di Pos Labuan. Tindakan ini dilakukan sebagai respons atas peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) ke Level III atau Siaga.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana, menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan akan menjalankan pengawasan secara bergilir selama 24 jam. Langkah ini merupakan bentuk koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi serta instansi terkait untuk memperkuat sistem mitigasi dan antisipasi dini terhadap ancaman yang mungkin berdampak pada kawasan pesisir Selat Sunda.
Sesuai dengan ketentuan status Siaga, otoritas terkait melarang masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pembatasan ini diterapkan guna menghindari risiko bahaya dari lontaran material vulkanik maupun peningkatan erupsi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selain memperketat pengawasan, BPBD Pandeglang mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan terkini melalui saluran informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG maupun PVMBG.
Nana menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah mitigasi dan evakuasi dapat segera diambil apabila terjadi perubahan signifikan pada aktivitas gunung api yang membahayakan keselamatan publik.