PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan dinamika baru dalam struktur basis pelanggannya sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Laporan menunjukkan adanya penurunan jumlah pelanggan prabayar dari 94 juta menjadi 92 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen pascabayar tetap mempertahankan stabilitas dengan jumlah pelanggan mencapai 2 juta orang.

Meskipun terjadi kontraksi dalam jumlah pengguna, para analis pasar modal justru memandang kondisi ini sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memurnikan basis pelanggan. Langkah ini dinilai sebagai upaya selektif Indosat dalam mengarahkan fokus pada segmen yang lebih menguntungkan, alih-alih sekadar mengejar kuantitas pengguna.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menegaskan bahwa prospek kinerja Indosat hingga pengujung 2026 masih menunjukkan tren positif. Optimisme tersebut disokong oleh beberapa faktor fundamental, termasuk pertumbuhan konsumsi data yang konsisten serta peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU).

Selain itu, efisiensi operasional yang ketat dan monetisasi aset strategis melalui entitas FiberCo diproyeksikan akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan perusahaan. Dengan kombinasi strategi bisnis yang presisi, Indosat diprediksi mampu menjaga daya saingnya di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian kompetitif.