Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) kembali memperkuat sektor kesehatan nasional dengan melantik 14 dokter baru pada prosesi Sumpah Dokter ke-72 yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 FK UII, Sleman, Yogyakarta. Pelantikan ini menandai pencapaian penting dengan total alumni dokter dari perguruan tinggi tersebut kini menembus angka 2.688 orang. Menariknya, lulusan periode ini didominasi oleh perempuan sebanyak lebih dari 70 persen, dengan dr. Nida Fauziyah keluar sebagai lulusan terbaik yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) profesi hampir sempurna sebesar 3,95.

Dalam sambutannya, Dekan FK UII, dr. Umatul Khoiriyah, M.Med.Ed., Ph.D., mengingatkan para dokter baru agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai humanis dan kerendahan hati dalam melayani masyarakat. Beliau menekankan pentingnya mendengarkan keluhan pasien secara mendalam serta menghindari arogansi profesi. Menurutnya, aspek kesembuhan pasien tidak hanya bersandar pada obat-obatan dan tindakan medis, melainkan juga pada empati serta ketulusan niat sebagai bentuk ibadah.

Menghadapi era digitalisasi kesehatan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, dan Admisi UII, Prof. Riyanto, Ph.D., menyatakan bahwa dokter masa kini wajib adaptif terhadap perkembangan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), data sains, dan bioinformatika. Penguasaan lintas disiplin ini diharapkan mampu membantu pengambilan keputusan medis yang lebih presisi berbasis bukti ilmiah. Guna mendukung kebutuhan spesialis nasional, FK UII kini juga tengah mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Patologi Klinik dan mempersiapkan PPDS Kesehatan Anak.

Selain kesiapan teknologi, tantangan dan peluang di dunia bisnis medis turut menjadi sorotan dalam pelantikan ini. Peluang industri kesehatan, seperti layanan sirkumsisi yang bernilai triliunan rupiah hingga tren klinik estetika, terus tumbuh pesat. Kendati demikian, mutu pendidikan kedokteran spesialis baik yang berbasis universitas maupun rumah sakit harus tetap diawasi secara ketat demi menjaga standar kompetensi lulusan di tingkat nasional.

Suasana haru menyelimuti jalannya upacara ketika perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY memberikan penghormatan khusus kepada orang tua dan dosen pembimbing yang hadir. Para dokter baru yang akan segera menjalani program magang (internship) ini diharapkan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat dengan integritas moral dan keilmuan yang kokoh.