Ajang pameran teknologi industri grafika terbesar di wilayah Indonesia Timur, Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, resmi dibuka di Grand City Convention Center, Surabaya. Perhelatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juli 2026 ini, menjadi titik temu krusial bagi para pelaku usaha percetakan, desainer grafis, dan pemilik UMKM untuk memutakhirkan lini produksi mereka dengan teknologi terkini.
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menekankan bahwa industri grafika tanah air saat ini tengah berada dalam fase transformasi vital. Di tengah dinamika ekonomi global, para pelaku usaha dituntut untuk lebih adaptif dengan mengadopsi teknologi otomatisasi, efisiensi energi, serta sistem pengemasan cerdas (smart packaging) agar tetap kompetitif di pasar yang kian digital.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap sektor ini. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengungkapkan bahwa industri percetakan memiliki peran vital dalam perekonomian regional dengan kontribusi PDRB mencapai Rp27,64 triliun. Tingginya penetrasi internet di Jawa Timur yang mencapai 83,1 persen menjadi fondasi kuat bagi adopsi teknologi cetak berbasis web dan digital yang dipamerkan dalam ajang tersebut.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, selaku penyelenggara menjelaskan bahwa SPE ke-19 ini menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran dengan target 15.000 pengunjung. Selain memamerkan berbagai mesin cetak mutakhir seperti teknologi 3D printing dan UV printing, pihak penyelenggara juga menyisipkan agenda edukatif. Hal ini mencakup lokakarya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk desain merchandise hingga strategi branding bagi UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui pameran ini, para pelaku industri grafika diharapkan tidak sekadar melakukan peremajaan mesin, tetapi juga mampu melakukan diversifikasi produk. Transformasi digital melalui adopsi teknologi yang dipamerkan di SPE 2026 diproyeksikan menjadi katalis utama dalam memperkuat ekosistem industri kreatif nasional sekaligus membuka peluang kemitraan strategis baru bagi para pelaku usaha di sektor percetakan.