Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa (7/7/2026) malam, pukul 18.11 WITA, gunung api tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, yang bergerak ke arah barat hingga barat laut. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 milimeter dan berlangsung selama 28 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan di Level III atau Siaga. Rekam jejak aktivitas kegempaan yang dilaporkan sepanjang pukul 12.00 hingga 18.00 WITA menunjukkan adanya empat kali gempa letusan, satu kali gempa tremor non-harmonik, serta satu kali gempa low frequency, yang menandakan dinamika magma di dalam perut gunung masih sangat aktif.
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko bencana, PVMBG secara tegas mengimbau masyarakat setempat maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Pihak berwenang juga meminta warga untuk terus mengikuti instruksi resmi terkait mitigasi bencana.
Catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa Lewotobi Laki-laki telah mengalami 332 kali letusan sepanjang tahun 2026. Intensitas ini menambah daftar panjang aktivitas gunung api di Indonesia, dengan Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat sebagai gunung yang paling sering erupsi pada periode yang sama.