Hasil survei nasional yang dirilis oleh Rumah Politik Indonesia mengungkapkan adanya tren positif terkait optimisme publik terhadap proses transformasi budaya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Riset ini menyoroti besarnya harapan masyarakat agar institusi kepolisian terus melakukan langkah pembenahan demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Metodologi survei ini mencakup 30 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas, yang dilakukan sepanjang periode 2 hingga 9 Januari 2026. Dengan tingkat margin of error sebesar 2,8 persen, data dikumpulkan melalui kombinasi wawancara langsung dan kuesioner daring untuk mendapatkan gambaran yang representatif mengenai persepsi masyarakat.

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyatakan bahwa data menunjukkan tingkat kepercayaan publik diprediksi akan terus meningkat. Secara rinci, akumulasi responden yang menyatakan sangat optimis, optimis, hingga cukup optimis terhadap langkah perbaikan Polri mencapai angka mayoritas, sementara proporsi responden yang skeptis berada di angka yang relatif kecil.

Fernando menegaskan bahwa optimisme masyarakat ini merupakan modal sosial yang krusial bagi Polri. Dukungan publik tersebut diharapkan menjadi pendorong bagi institusi kepolisian untuk menjaga konsistensi dalam melakukan reformasi internal, mengedepankan transparansi, serta mewujudkan pelayanan yang lebih humanis dan profesional di seluruh wilayah Indonesia.