Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 pada Minggu (12/7/2026) malam. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 21.46 Wita tersebut berpusat di laut pada jarak 37 kilometer arah timur laut Buol dengan kedalaman dangkal, yang dipicu oleh aktivitas subduksi di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Seorang pasien di RSUD Buol dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung yang dipicu oleh kepanikan hebat saat guncangan terjadi. Evakuasi pasien dari ruang perawatan pun sempat dilakukan sebagai upaya darurat guna menghindari dampak yang lebih fatal.
Kepanikan massal tidak terelakkan pasca-gempa. Sebagian besar warga yang bermukim di pesisir pantai bergegas mengungsi menuju dataran tinggi dan perbukitan di sekitar kantor bupati. Langkah preventif ini diambil masyarakat lantaran khawatir akan potensi tsunami, terutama setelah beredar informasi mengenai fenomena air laut yang surut, meski BMKG segera memberikan klarifikasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Dampak infrastruktur akibat guncangan ini cukup signifikan. Berdasarkan data sementara tim reaksi cepat BPBD, sedikitnya 75 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori bervariasi, dari ringan hingga berat. Selain hunian warga, sejumlah bangunan publik seperti Kantor Mal Pelayanan Publik, Kantor Inspektorat, serta beberapa bagian ruang perawatan RSUD Buol juga dilaporkan mengalami kerusakan material.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan asesmen lapangan untuk mendata kerugian secara menyeluruh. Meskipun situasi di wilayah terdampak telah berangsur kondusif dan warga mulai kembali ke kediaman masing-masing pada Senin pagi, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.