Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa erupsi pada Senin (13/7/2026) malam pukul 18.23 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, fenomena letusan ini menambah daftar panjang rentetan erupsi yang terjadi dalam sepekan terakhir, yakni sebanyak sembilan kali.
Hingga laporan ini diturunkan, visual letusan tidak terpantau secara langsung karena tertutup kondisi tertentu, namun erupsi dipastikan masih berlangsung. Berdasarkan pemantauan kegempaan yang dilakukan antara pukul 12.00 hingga 18.00 WIB pada hari yang sama, tercatat terjadi 13 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 milimeter dengan durasi 62 hingga 137 detik. Selain itu, terdeteksi pula gempa guguran dan gempa hembusan di sekitar kawasan puncak.
Merespons situasi ini, pihak PVMBG menetapkan Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Pihak berwenang juga menekankan larangan aktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat adanya ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau jarak hingga 17 kilometer.
Data dari MAGMA Indonesia mencatat bahwa Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Dari total 3.155 letusan gunung api yang tercatat di seluruh Indonesia sejak awal tahun hingga 13 Juli 2026, Gunung Semeru berkontribusi paling dominan dengan catatan sebanyak 1.394 kali letusan.