Pemerintah Kota Dong Nai secara resmi memulai kampanye intensif pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh warga selama 180 hari ke depan. Inisiatif ini merupakan perwujudan konkret dari mandat nasional yang bertujuan mengubah paradigma kesehatan masyarakat dari yang semula bersifat kuratif (pengobatan) menjadi preventif (pencegahan).
Acara peluncuran yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Do Xuan Tuyen dan jajaran pimpinan daerah ini menekankan pentingnya manajemen kesehatan sepanjang siklus hidup. Dengan populasi mencapai lebih dari 4,5 juta jiwa, program ini diproyeksikan sebagai langkah krusial untuk memastikan akses layanan medis merata hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat sistem kesehatan proaktif bagi masyarakat.
Dr. Do Thi Nguyen, Direktur Dinas Kesehatan Kota Dong Nai, menegaskan bahwa kampanye ini bukan sekadar upaya administratif. Target jangka panjangnya adalah membangun sistem pengarsipan kesehatan yang berkelanjutan, di mana deteksi dini penyakit dapat dilakukan secara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.
Pada hari perdana peluncuran, lebih dari 6.000 warga di enam wilayah administratif telah menerima layanan skrining kesehatan dan pembuatan rekam medis elektronik. Integrasi data ini menjadi perhatian utama Kementerian Kesehatan, yang menargetkan penyelarasan hasil pemeriksaan dengan aplikasi VNeID guna memudahkan mobilitas riwayat kesehatan pasien antar fasilitas medis.
Wakil Menteri Kesehatan Do Xuan Tuyen menginstruksikan agar seluruh pihak, termasuk sektor publik dan swasta, bekerja sama dalam mengoptimalkan sumber daya. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan rutin yang profesional dan efisien—bukan sekadar tes paraklinis berlebihan—adalah kunci untuk menekan angka keparahan penyakit berbahaya seperti kanker melalui intervensi sejak dini.
Sebagai penutup, pemerintah setempat berkomitmen untuk memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan keluarga kurang mampu. Keberhasilan program ini diharapkan dapat mentransformasi peran pos kesehatan tingkat kecamatan sebagai garda terdepan yang mampu memantau kondisi kesehatan warga secara mandiri dan terintegrasi dengan rumah sakit rujukan di tingkat yang lebih tinggi.