PT Bank Jago Tbk resmi memperkenalkan pembaruan pada fitur 'Inspirasi Kantong' dalam aplikasi mereka. Langkah strategis ini dirancang untuk membantu nasabah mengalokasikan dana secara lebih terukur sesuai dengan prioritas, kebiasaan, serta tujuan keuangan pribadi masing-masing individu.

Melalui fitur ini, nasabah dapat mengakses rekomendasi alokasi dana yang disesuaikan setelah menjawab sejumlah pertanyaan terkait kapasitas finansial dan profil karakter keuangan. Sistem secara otomatis akan mengelompokkan pengguna ke dalam enam kategori karakter, seperti Perintis, Pejuang, hingga Perancang, untuk memberikan panduan pengelolaan yang lebih relevan dan fleksibel.

Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa setiap individu memiliki kebutuhan finansial yang unik. Sebelum peluncuran masif ini, pihak bank juga telah melakukan eksperimen melalui 'Reality Challenge' yang menunjukkan adanya pergeseran pola pikir nasabah; dari yang awalnya mementingkan jumlah uang, menjadi lebih mengutamakan literasi dan cara pengelolaan dana yang bijak.

Di balik langkah inovatif tersebut, Bank Jago tengah menghadapi tantangan makroekonomi yang ketat. Emiten dengan kode saham ARTO ini memutuskan untuk melakukan penyesuaian bunga simpanan, dengan menurunkan batas atas suku bunga deposito menjadi 5 persen hingga 6 persen dari sebelumnya yang menyentuh angka 6,25 persen.

Sementara itu, tekanan di lantai bursa masih membayangi kinerja saham Bank Jago. Data perdagangan mencatat penurunan signifikan, di mana saham ARTO terkoreksi dari level Rp1.900 pada awal tahun ke posisi Rp920 per lembar saham pada Juli 2026, mencerminkan volatilitas yang tinggi di sektor perbankan digital domestik.