Sentimen publik terhadap arah politik nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan temuan terbaru dari lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 42,8 persen responden menilai kondisi perpolitikan di tanah air saat ini berada dalam kategori buruk atau sangat buruk.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan bahwa hasil ini mengindikasikan adanya dominasi pandangan skeptis dari masyarakat. Jumlah warga yang memandang negatif situasi politik saat ini tercatat hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memberikan penilaian positif.
Penurunan kepercayaan ini terlihat konsisten dalam tiga periode survei terakhir. Pada November 2025, porsi masyarakat yang menilai kondisi politik nasional dalam keadaan baik berada di angka 35,8 persen. Namun, angka tersebut terus merosot menjadi 27,1 persen pada Maret 2026, dan kembali anjlok hingga menyentuh 13,5 persen pada survei periode Juli 2026.
Menurut Deni, dinamika ini memperlihatkan terjadinya pembalikan persepsi yang cukup drastis di tengah masyarakat. Tren penurunan ini juga dinilai sejalan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah secara umum serta situasi perekonomian nasional yang tengah dihadapi.
Survei opini publik ini diselenggarakan pada rentang waktu 5 hingga 19 Juli 2026. Dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih dan dipilih menggunakan metode penarikan sampel acak (random sampling), pengumpulan data dilakukan secara kombinasi melalui wawancara telepon dan tatap muka. Toleransi kesalahan (margin of error) dari riset ini diperkirakan sebesar kurang lebih 3,7 persen.