Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan seluruh satwa yang dikelolanya. Langkah ini sekaligus membantah kabar miring yang beredar di media sosial mengenai kondisi kesehatan satwa di lembaga konservasi legendaris tersebut.

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, menyatakan bahwa semua satwa saat ini dalam kondisi prima. Pengelolaan satwa di KBS dilakukan secara berkelanjutan dengan menerapkan prinsip animal welfare (kesejahteraan satwa), mulai dari pemeliharaan rutin hingga pemberian pengayaan lingkungan (enrichment).

Terkait foto-foto satwa kurus seperti Melani, Betty, dan Beno yang sempat viral di media sosial, Nurika menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut merupakan foto lama dan bukan kondisi koleksi satwa KBS saat ini. Ia juga menambahkan bahwa angka kematian satwa di KBS masih dalam batas wajar akibat siklus alami kehidupan, bukan karena kelalaian pihak pengelola.

Demi menjaga kebugaran satwa, KBS menerapkan pola pemberian pakan berkualitas sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Jenis serta porsi makanan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan nutrisi masing-masing spesies. Selain itu, para perawat satwa (keeper) juga dilatih untuk peka terhadap perubahan perilaku satwa agar penanganan medis bisa dilakukan dengan cepat.

Senada dengan itu, Kepala Departemen Animal Health Perumda KBS, drh. Rahmat Suharta, menekankan bahwa satwa dengan tubuh ramping tidak berarti kurang gizi. Tubuh yang proporsional justru penting demi mencegah penyakit jantung dan pernapasan akibat obesitas. Tim medis KBS juga rutin melakukan pemantauan harian, vaksinasi tahunan, serta pemeriksaan feses secara berkala guna mencegah infeksi parasit.