Cendekiawan dan aktivis kebangsaan, Prof. Yudi Latif, menekankan urgensi transformasi penggunaan ruang digital di Indonesia agar lebih berorientasi pada penguatan nilai-nilai nasionalisme. Ia menyoroti bahwa besarnya aktivitas masyarakat di dunia maya saat ini masih cenderung terfokus pada konten-konten yang kurang produktif, sehingga potensi besar tersebut belum memberikan dampak signifikan bagi kemajuan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi terkait nasionalisme dan ketahanan pangan yang digelar bersamaan dengan peluncuran Yayasan Vardhana Nawasena Network (VNN) di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Yudi mengibaratkan platform digital saat ini sebagai medium perjuangan modern yang setara dengan peran surat kabar pada era kemerdekaan, di mana gagasan kebangsaan seharusnya dapat disebarluaskan secara lebih masif.

Selain menyoroti fenomena digital, Yudi juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Papua sebagai agenda strategis nasional. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan dan kebijakan afirmatif sangat krusial agar masyarakat di wilayah tersebut dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Ketua Yayasan VNN, Martin Aprildo, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendukung agenda tersebut melalui riset kebijakan serta penyajian informasi yang komprehensif. Sebagai langkah awal, VNN meluncurkan film dokumenter berjudul WANAM yang menawarkan perspektif alternatif mengenai pembangunan di Papua, sekaligus menjadi bukti keseriusan yayasan dalam mengawal isu-isu strategis seperti ketahanan pangan dan penguatan kapasitas generasi muda.