Sektor teknologi dalam negeri kini tengah menghadapi badai tantangan makroekonomi yang cukup berat. Kenaikan harga minyak global, kebijakan suku bunga yang diprediksi tetap tinggi, hingga melonjaknya biaya komponen chip memori akibat fenomena kecerdasan buatan (AI) menjadi beban utama yang menekan kinerja emiten di industri ini.
Analis dari Sucor Sekuritas, Dicky Susilo Adi, dalam riset terbarunya memaparkan bahwa kombinasi faktor tersebut memaksa perusahaan teknologi, khususnya yang masih bergantung pada impor perangkat keras, untuk melakukan penyesuaian strategi. Ketergantungan pada dolar AS di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya modal (cost of capital) menjadi hambatan nyata dalam menjaga margin keuntungan.
Menanggapi situasi ini, Sucor Sekuritas memutuskan untuk merevisi target harga saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menjadi Rp560 per lembar dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) menjadi Rp1.450 per lembar. Proyeksi laba untuk kedua emiten tersebut pun dipangkas antara 6 hingga 12 persen seiring dengan adanya tren perlambatan realisasi belanja modal dari pelanggan.
Meskipun menghadapi tekanan margin, analis tetap mempertahankan rekomendasi 'overweight' untuk sektor teknologi dengan catatan khusus pada MTDL dan MSTI. MTDL dipandang memiliki keunggulan defensif berkat diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari distribusi hingga konsultasi TI. Sementara itu, MSTI dianggap sebagai opsi dengan potensi imbal hasil yang lebih menarik, meski dibarengi dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, pasar dinilai telah mengantisipasi risiko-risiko makro yang ada pada harga saham saat ini. Faktor pendukung seperti kuatnya pendapatan berulang (recurring revenue), neraca keuangan yang sehat, serta prospek jangka panjang dari digitalisasi infrastruktur AI diharapkan dapat menjadi bantalan bagi kedua perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.