Kabupaten Bekasi bersiap menunjukkan eksistensi seni budayanya di kancah nasional melalui partisipasi Tari Ujungan pada Festival Lima Gunung XXV. Perhelatan bergengsi yang akan berlangsung di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 11 Juli 2026 mendatang ini menjadi ajang strategis bagi para seniman Bekasi untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Sebanyak 10 penari dari Sanggar Seni Kusuma telah menjalani persiapan intensif sejak 20 Juni 2026. Menurut penata tari, Eyang Anjar Purwani, komitmen para seniman ini sangat luar biasa karena mereka menanggung seluruh biaya keberangkatan dan operasional secara mandiri. Meskipun tanpa dukungan sponsor, semangat untuk mengharumkan nama Kabupaten Bekasi di panggung budaya nasional tidak sedikit pun surut.
Tari Ujungan sendiri merupakan pengembangan dari permainan ketangkasan tradisional yang kini dikemas secara koreografis agar lebih mudah dinikmati. Gerakan khas ujungan, seperti posisi siaga, sabetan, hingga teknik menghindar dan bertahan, dipadukan dalam alur yang harmonis. Tarian ini pertama kali diperkenalkan pada peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Bekasi dengan melibatkan ribuan pelajar dalam pementasan kolosal.
Kehadiran Tari Ujungan di Festival Lima Gunung diharapkan mampu memperkaya khazanah keberagaman seni yang ditampilkan dalam acara tahunan tersebut. Dengan durasi tampil selama 4 menit 50 detik, para penari diharapkan mampu memukau komunitas seni dari berbagai penjuru Nusantara, sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Bekasi sebagai warisan yang layak terus dilestarikan.