Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi jasad seorang pendaki remaja berinisial GA (17) yang mengalami kecelakaan fatal di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Korban yang berasal dari Kota Mataram tersebut dilaporkan jatuh ke dalam jurang sedalam kurang lebih 100 meter di area Kebun Jeruk, yang merupakan bagian dari jalur pendakian Torean.
Berdasarkan data registrasi petugas, korban melakukan pendakian dengan tujuan ritual sejak Minggu (26/7/2026) melalui pintu masuk Dusun Senange, Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara. Nahas, perjalanan tersebut berujung petaka saat korban terperosok ke dalam tebing curam di jalur Torean yang dikenal ekstrem.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardi, menjelaskan bahwa proses evakuasi segera dilakukan setelah pihaknya menerima laporan insiden tersebut. Saat tim penyelamat berhasil menjangkau dasar jurang, korban didapati sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan luka patah tulang serius di beberapa bagian tubuh.
Jasad korban kemudian dievakuasi keluar dari jalur pendakian dan langsung dilarikan menuju Puskesmas Senaru untuk penanganan lebih lanjut. Setelah proses pemeriksaan medis selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga yang selanjutnya dibawa menuju rumah duka di wilayah Cakranegara, Mataram.
Pihak Balai TNGR menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam misi penyelamatan ini, mulai dari Basarnas Mataram, TNI/Polri, Asuransi Syariah Kita Bisa (EMHC), Unit SAR Lombok Timur, hingga relawan lokal. Otoritas setempat juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa korban.