Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen tengah bersiap meluncurkan fasilitas keselamatan baru berupa tombol darurat atau panic button yang ditempatkan tepat di bibir Kawah Ijen. Perangkat teknologi ini dirancang khusus untuk mempermudah komunikasi antara wisatawan dan petugas jaga di pos Pal Tuding, terutama saat terjadi situasi genting.

Kepala BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menjelaskan bahwa infrastruktur utama telah terpasang dan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian teknis. "Perangkat sudah terpasang di lokasi, kami sedang memproses operasionalnya agar dapat segera digunakan oleh para pendaki sebelum akhir bulan ini," ungkapnya pada Rabu (8/7/2026).

Sistem ini mengandalkan koneksi internet berbasis satelit, sehingga komunikasi tetap stabil meskipun lokasi puncak kawah tidak terjangkau oleh jaringan seluler konvensional. Selain fitur suara, alat tersebut juga dilengkapi dengan kamera yang mampu mengirimkan visual pengguna langsung ke ruang pantau petugas di pintu masuk pendakian. Hal ini dipastikan sangat membantu wisatawan yang mungkin tidak membawa perangkat komunikasi pribadi saat melakukan pendakian.

Lebih dari sekadar tombol darurat untuk pelaporan kecelakaan, perangkat ini juga dilengkapi dengan pengeras suara terintegrasi. Fasilitas ini berfungsi sebagai media penyampaian informasi krusial bagi pengunjung, seperti peringatan dini peningkatan aktivitas gas beracun, imbauan menjauhi bibir kawah, hingga pengumuman batas waktu jam kunjungan.

Untuk menjaga keamanan fasilitas tersebut dari oknum tidak bertanggung jawab, pihak pengelola berkomitmen menyiagakan petugas pengawas di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi salah satu prioritas utama BKSDA guna meningkatkan standar keselamatan pengunjung di destinasi wisata alam yang populer tersebut.