PT RANS Entertainment Indonesia Tbk kini menempuh babak baru dalam perjalanan korporasinya dengan menggeser model bisnis yang sebelumnya sangat bergantung pada popularitas dua pendirinya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk mentransformasi perusahaan menjadi entitas bisnis yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina Mariana Tengker, menjelaskan bahwa diversifikasi menjadi kunci utama dalam strategi ini. Perusahaan secara konsisten memperluas portofolionya ke sektor di luar media, mencakup pengelolaan intellectual property (IP), manajemen penyelenggaraan acara (event management), hingga pengembangan produk konsumen.

Data perseroan menunjukkan keberhasilan transisi tersebut. Kontribusi pendapatan yang bersumber langsung dari aktivitas brand ambassador Raffi dan Nagita tercatat menurun signifikan, yakni dari 24 persen pada tahun 2023 menjadi 14 persen pada 2025. Sebaliknya, lini bisnis non-media kini telah mendominasi struktur pendapatan perusahaan dengan porsi mencapai 51,76 persen per tahun 2025.

Raffi Ahmad menegaskan bahwa langkah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan komitmen untuk mewariskan perusahaan yang dikelola secara profesional dan transparan. Ia bertekad menjadikan RANS sebagai sebuah entitas bisnis yang kokoh dan memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan di masa depan saat dirinya dan Nagita tidak lagi terlibat aktif dalam operasional harian.

Menatap masa depan, perseroan berencana untuk terus mengoptimalkan aset intelektual yang dimiliki serta melakukan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI). Fokus ini diproyeksikan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan RANS, seraya menegaskan posisi perusahaan sebagai badan usaha publik yang dimiliki oleh masyarakat luas.