Kawasan Agrowisata Tamansuruh (AWT) di lereng Gunung Ijen, Banyuwangi, baru saja sukses menjadi panggung bagi perhelatan budaya yang memukau. Melalui program bertajuk 'Senja di AWT', kesenian tradisional seperti Barong dan Jaranan tampil dengan wajah baru yang lebih elegan, membuktikan bahwa warisan leluhur memiliki daya tarik yang mampu beradaptasi dengan tren wisata masa kini.

Terletak di Kecamatan Glagah pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, destinasi ini menawarkan perpaduan lanskap yang menawan. Pengunjung tidak hanya disuguhi suguhan seni berkualitas, tetapi juga dimanjakan dengan latar belakang pemandangan puncak Gunung Ijen dan bentang Selat Bali yang terlihat dari kejauhan. Kehadiran tata cahaya yang dramatis saat matahari terbenam semakin memperkuat kesan magis pertunjukan tersebut.

Para pengunjung, termasuk Purnomo Aji dan Rosy Angelina, memberikan apresiasi positif terhadap konsep acara ini. Mereka menilai bahwa pengemasan seni tradisi yang terkurasi dengan rapi memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih nyaman dan eksklusif dibandingkan pertunjukan konvensional di ruang publik yang biasa mereka temui di lingkungan warga.

Lebih dari sekadar hiburan, inisiatif yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini menjadi instrumen penting dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melibatkan sedikitnya 50 pelaku UMKM, acara ini berhasil menciptakan ekosistem pariwisata terintegrasi yang menggabungkan elemen alam, kuliner, dan seni pertunjukan profesional.

Keberhasilan 'Senja di AWT' menandai evolusi penting bagi kesenian daerah. Dengan manajemen panggung yang kreatif dan berkelanjutan, warisan budaya lokal kini diproyeksikan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga sebagai motor utama penggerak industri pariwisata yang mampu bersaing di level yang lebih luas.