Ajang tahunan Marketeers Tech for Business (TFB) 2026 kembali digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, dengan fokus utama pada transformasi strategi pemasaran digital di tengah dominasi kecerdasan buatan. Mengusung tema "Digital Marketing in the Age of AI", perhelatan edisi kelima ini menjadi wadah diskusi bagi para pelaku industri untuk merumuskan langkah strategis agar tetap kompetitif dalam lanskap bisnis yang terus berubah.

COO MCorp, Iwan Setiawan, menekankan bahwa pola perilaku konsumen telah bergeser secara fundamental. Jika sebelumnya era pemasaran didominasi oleh mesin pencari (search) dan media sosial, kini konsumen mulai beralih ke Generative AI sebagai gerbang utama dalam mencari informasi dan rekomendasi produk. Fenomena ini menuntut perubahan taktis dari SEO dan SMO menuju Generative Engine Optimization (GEO).

Agar tetap relevan, Iwan menyatakan bahwa setiap brand kini harus menjadi "AI-Friendly" dengan memenuhi tiga pilar utama: Available, yang berarti mudah ditemukan oleh sistem AI; Authoritative, yakni memiliki kredibilitas tinggi; serta Articulate, yang mampu menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami. Strategi ini dianggap krusial agar brand tetap menjadi pilihan utama di tengah algoritma AI yang semakin kompleks.

Di sisi lain, VP Shared Services Human Capital PT Pertamina (Persero), Puput Widha Ardhana, memberikan perspektif berbeda dengan menyoroti kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, hambatan utama dalam adopsi teknologi bukanlah pada perangkat itu sendiri, melainkan kesiapan orang di baliknya. Tantangan krusial seperti kesenjangan literasi AI, resistensi terhadap perubahan, serta ketidaksesuaian kompetensi menjadi pekerjaan rumah besar bagi perusahaan saat ini.

Sebagai bentuk implementasi, kegiatan ini turut menyajikan sesi diskusi paralel yang mengupas tuntas optimasi pengalaman pelanggan melalui strategi omnichannel serta peningkatan efektivitas penjualan berbasis data. Melalui kolaborasi lintas industri, para pakar sepakat bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan kepemimpinan yang adaptif agar transformasi digital dapat berjalan optimal bagi keberlangsungan bisnis masa depan.