Peningkatan tren gaya hidup sehat di Kota Bandung perlu diimbangi dengan pemahaman yang matang mengenai batas kemampuan fisik masing-masing individu. Guna menekan risiko cedera hingga gangguan fatal pada jantung, Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Naripan Bandung menggelar edukasi bertajuk "Safe Pace Strong Heart" pada Sabtu (25/7/2026).

Direktur RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr. Rully Sjambali, menjelaskan bahwa maraknya komunitas olahraga seperti lari, sepeda, hingga yoga di ruang publik merupakan fenomena yang sangat positif. Kendati demikian, antusiasme tinggi tersebut kerap tidak dibarengi dengan pemeriksaan kesiapan fisik yang memadai untuk menghadapi aktivitas berintensitas tinggi.

Sebagai langkah pencegahan, seminar ini memperkenalkan cara praktis mengukur kapasitas jantung saat berolahraga menggunakan rumus sederhana, yaitu nilai 220 dikurangi usia peserta. Melalui metode ini, masyarakat diharapkan dapat memantau denyut nadi maksimal mereka sehingga intensitas latihan tetap berada dalam koridor aman bagi kesehatan kardiovaskular.

Senada dengan hal itu, spesialis kedokteran olahraga dr. Ijan Aprijana mengingatkan pentingnya membangun fondasi kebugaran secara bertahap sebelum terjun ke olahraga ekstrem. Ia menekankan bahwa kebugaran yang ideal tidak hanya diperoleh dari latihan kardio saja, melainkan lewat kombinasi penguatan otot, kelenturan sendi, kecukupan nutrisi, serta waktu istirahat yang berkualitas.