Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Posko 22, resmi menutup masa pengabdian mereka di Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, pada Senin (6/7). Seminar akhir ini menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk memaparkan hasil intervensi kesehatan yang telah dilakukan di wilayah tersebut.

Filda Winandar, selaku Koordinator Posko 22, menyampaikan bahwa timnya telah berhasil merampungkan enam program strategis yang dirancang untuk berbagai kelompok usia. Program-program tersebut meliputi demonstrasi pengolahan minuman herbal, edukasi piring ceria, gerakan SIGAP gula, kampanye SEHATI air putih, hingga aksi preventif stunting melalui gerakan SIAGA dan GESIT.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa memaparkan data capaian program kepada perangkat desa sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis. Selain memaparkan hasil, kegiatan ini menjadi media bagi mahasiswa untuk memperkuat komitmen pemerintah desa dan warga setempat dalam menjaga keberlangsungan gaya hidup sehat pasca-kegiatan berakhir.

Kepala UPT Puskesmas Tajuncu, Emmy Hamrawati Haking SKM MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sehingga mampu menjadi mitra strategis Puskesmas dalam memantau dan meningkatkan derajat kesehatan warga desa.

Sebagai pamungkas rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan rencana tindak lanjut bersama pemerintah desa. Langkah konkret ini diharapkan menjadi jembatan bagi warga Desa Labokong untuk terus menjalankan pola hidup sehat guna mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan di sektor kesehatan.