Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memimpin delegasi dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat guna membedah sistem pembinaan olahraga kelas dunia. Kunjungan yang berlangsung sepanjang Juni tersebut menjadi momentum krusial bagi KOI untuk mempelajari integrasi sistematis dari hulu ke hilir dalam ekosistem olahraga nasional.
Okto menekankan bahwa prestasi olahraga tidak bisa dicapai melalui pendekatan parsial, melainkan membutuhkan ekosistem yang solid dan berkelanjutan. Berdasarkan pengamatannya di Amerika Serikat, sinergi antara dunia akademik, industri pemasaran olahraga, hingga pendanaan yang mandiri menjadi kunci utama negeri Paman Sam tersebut dalam mendominasi klasemen Olimpiade secara konsisten.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah peran universitas sebagai 'talent pipeline' atau pusat pembibitan atlet yang terintegrasi. Model kolaborasi ini dinilai sangat relevan untuk diadaptasi di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pembinaan atlet jangka panjang. Seluruh temuan dan pembelajaran dari kunjungan ini nantinya akan dilaporkan kepada Menpora untuk kemudian dikaji implementasinya agar selaras dengan karakteristik olahraga di Tanah Air.
Delegasi KOI telah mengunjungi berbagai pusat olahraga strategis, termasuk kantor United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) di Colorado Springs dan fasilitas kampus di Indiana University. Dari rangkaian kunjungan tersebut, KOI mendalami model pendanaan mandiri yang melibatkan sektor swasta dan filantropis, yang terbukti mampu memberikan stabilitas finansial bagi operasional tim nasional.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui juru bicaranya, Jamie Ravetz, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata komitmen diplomatik dalam mempererat hubungan kedua negara, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang dapat memacu kemajuan sektor olahraga di masa depan.