Universitas Teknologi Informasi (UIT), bagian dari Universitas Nasional Vietnam di Kota Ho Chi Minh, secara resmi telah menetapkan ambang batas jaminan kualitas minimum untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026. Kebijakan ini diberlakukan melalui metode seleksi komprehensif yang mengombinasikan berbagai kriteria penilaian akademik.
Untuk jalur seleksi berdasarkan hasil ujian kelulusan SMA tahun 2026, pihak universitas menetapkan skor minimum sebesar 22 poin untuk seluruh program studi. Namun, terdapat pengecualian khusus untuk program Desain Mikrochip, baik kelas reguler maupun kelas internasional, yang mewajibkan skor minimal 23 poin dengan syarat tambahan nilai Matematika mencapai angka 7,5 atau lebih tinggi.
Bagi calon mahasiswa yang menggunakan jalur Tes Bakat Universitas Nasional Ho Chi Minh City, ambang batas skor ditetapkan pada 717 poin. Khusus untuk jurusan Desain Sirkuit Terpadu, standar nilai dinaikkan menjadi 761 poin, dengan persyaratan skor komponen Matematika minimal 195 poin. Selain itu, pendaftar jalur sertifikat internasional wajib memenuhi kombinasi kriteria skor SAT minimal 1.170, ACT minimal 26, atau sertifikasi pendidikan setara seperti A-Level atau International Baccalaureate (IB).
Pihak universitas juga menegaskan bahwa seluruh pelamar program kelas internasional diwajibkan memiliki sertifikasi kemampuan bahasa Inggris, dengan standar minimum setara IELTS 5.0. Pada tahun ini, UIT menargetkan kuota lebih dari 2.300 mahasiswa yang terbagi dalam 20 jurusan, dengan proyeksi biaya kuliah tahunan berkisar antara 41,8 juta hingga 140 juta VND.
Seluruh proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 akan difokuskan pada dua jalur utama, yakni penerimaan langsung sesuai regulasi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan serta seleksi komprehensif berbasis prestasi akademik. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, ambang batas nilai untuk program unggulan seperti Kecerdasan Buatan sempat menyentuh angka 29,6 poin.