Menteri Sains dan Teknologi Vietnam, Vu Hai Quan, melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Pelaksana Forum Ekonomi Dunia (WEF), Maroun Kairouz, di Hanoi pada 8 Juli lalu. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya Vietnam untuk memosisikan diri sebagai pemain utama dalam lanskap teknologi global, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Dalam diskusi tersebut, Menteri Vu Hai Quan menekankan bahwa pengembangan AI dan semikonduktor merupakan pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi Vietnam ke depan. Terdapat tiga tantangan krusial yang diidentifikasi oleh pemerintah, yakni kebutuhan akan talenta berkualitas tinggi, integrasi data yang lebih komprehensif, serta optimalisasi infrastruktur perangkat keras seperti GPU untuk mendukung daya komputasi.

Sebagai langkah konkret, pihak Vietnam mengusulkan agar WEF memfasilitasi jejaring pakar internasional guna memperkuat ekosistem AI lokal. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu membantu transformasi digital pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM), serta memberikan dukungan teknis bagi Vietnam dalam penyelenggaraan perhelatan APEC tahun 2027 mendatang.

Menanggapi usulan tersebut, Maroun Kairouz memberikan apresiasi tinggi terhadap visi jangka panjang Vietnam. Ia meyakini bahwa dengan memanfaatkan kecerdasan teknologinya, Vietnam memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam jajaran 20 ekonomi terbesar di dunia. WEF berkomitmen untuk mendampingi Vietnam dalam mempercepat adopsi AI di berbagai sektor industri.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk segera merampungkan Nota Kesepahaman (MOU). Dokumen ini nantinya akan berfungsi sebagai kerangka kerja utama untuk merealisasikan komitmen kerja sama, yang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lompatan ekonomi digital Vietnam di masa depan.