Implementasi Resolusi 57 yang diusung oleh Politbiro Vietnam telah memasuki babak baru yang krusial. Dalam konferensi evaluasi satu tahun enam bulan pelaksanaannya, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam menegaskan bahwa kebijakan ini telah berhasil merombak sistem politik, menyempurnakan regulasi, serta menghapus hambatan birokrasi yang selama ini menghambat inovasi. Upaya ini dipandang sebagai fondasi strategis dalam membangun kemandirian bangsa di tengah era digital.
Presiden To Lam menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada sinergi antara penciptaan pengetahuan, konversi menjadi alat teknologi, dan transformasi menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Saat ini, fokus nasional diarahkan pada 10 teknologi strategis yang meliputi kecerdasan buatan (AI), big data, robotika, bioteknologi, hingga material semikonduktor. Langkah konkret ini didukung oleh kolaborasi erat antara sektor akademisi, lembaga penelitian, dan pelaku industri melalui model 'Keterkaitan Tiga Pihak'.
Sektor industri domestik pun mulai menunjukkan taji dalam penguasaan teknologi tingkat tinggi. Kehadiran pabrik manufaktur chip semikonduktor oleh Viettel Group dan fasilitas pengujian chip milik FPT Group menjadi tonggak penting yang menempatkan Vietnam dalam peta rantai pasok global. Keberhasilan ini dilengkapi dengan masifnya infrastruktur 5G yang kini mencakup lebih dari 22.400 stasiun pangkalan, yang secara nyata membantu efisiensi ekonomi di wilayah terpencil hingga sektor pertanian.
Dampak dari transformasi ini terlihat dari peningkatan posisi Vietnam dalam Indeks Inovasi Global (GII) 2025 yang kini menempati peringkat ke-44. Berbagai daerah di Vietnam pun mulai beradaptasi dengan solusi spesifik, seperti penggunaan drone untuk pertanian di Vinh Long, pemanfaatan AI untuk pariwisata di Ninh Binh, hingga adopsi pembayaran non-tunai yang kini mencakup hampir 67 persen transaksi daring secara nasional.
Meski telah menorehkan prestasi, pemerintah tetap menyoroti tantangan besar dalam hal implementasi di masa depan. Presiden To Lam memberikan arahan tegas agar kementerian terkait tidak hanya fokus pada prosedur, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang terukur dalam jangka 1 hingga 10 tahun ke depan. Transformasi sains dan teknologi kini resmi ditetapkan sebagai mesin penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan keamanan nasional Vietnam.