Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mengalami peningkatan signifikan sepanjang periode Juni hingga Juli 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api aktif ini telah mengalami erupsi sebanyak 19 kali, yang memicu otoritas terkait untuk mempertahankan statusnya pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan pengamatan visual melalui kamera pemantau (CCTV) pada Senin (13/7) siang, pos pengamatan terus merekam aktivitas embusan dan fluktuasi kegempaan dari tubuh gunung. Meskipun intensitasnya dinamis, potensi bahaya letusan susulan masih tetap tinggi, sehingga pengawasan intensif terus dilakukan selama 24 jam penuh.

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat, nelayan, maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawasan kawah aktif. Radius aman yang ditetapkan saat ini adalah minimal lima kilometer dari kawah guna menghindari ancaman material pijar dan gas beracun.