Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tercatat terjadi pada Selasa (7/7/2026) pukul 21.52 WITA.

Erupsi tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter serta durasi letusan selama 79 detik. Meski secara visual letusan tidak teramati, data kegempaan menunjukkan frekuensi aktivitas yang cukup intens dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Hingga saat ini, status Gunung Ili Lewotolok ditetapkan pada Level II atau Waspada. Catatan MAGMA Indonesia menunjukkan adanya aktivitas seismik yang signifikan, termasuk 170 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, serta 137 kali gempa hembusan sepanjang hari tersebut.

Menanggapi situasi ini, pihak otoritas geologi mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat sekitar, pendaki, maupun wisatawan. Seluruh aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi dilarang keras demi menjamin keselamatan jiwa dari ancaman material vulkanik.

Data dari MAGMA Indonesia mencatat bahwa sepanjang tahun 2026, telah terjadi ribuan erupsi di berbagai gunung api aktif di Indonesia. Hingga awal Juli, Gunung Ili Lewotolok tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 45 kali, menjadikannya salah satu gunung api yang dipantau ketat oleh pihak berwenang.