Tim nasional Prancis menegaskan tidak akan menerapkan taktik khusus atau rencana khusus untuk mengawal pergerakan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, dalam laga semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial perebutan tiket final ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Texas, pada Rabu (15/7) dini hari WIB.
Gelandang andalan Prancis, Adrien Rabiot, menyatakan bahwa memusatkan perhatian hanya pada satu pemain merupakan langkah yang keliru. Menurutnya, kekuatan utama Spanyol terletak pada kolektivitas tim mereka yang solid di seluruh sektor permainan, bukan sekadar kemampuan individu Yamal semata.
Rabiot mengimbau rekan-rekan setimnya untuk tetap waspada terhadap pergerakan kolektif La Furia Roja, mulai dari lini serang hingga kebiasaan mereka menguasai bola di area pertahanan lawan. Ia menegaskan bahwa Prancis harus mengantisipasi ancaman dari segala lini demi mengamankan kemenangan.
Pertemuan kedua tim ini juga kembali mengingatkan publik pada rivalitas masa lalu antara Rabiot dan Yamal di Euro 2024. Kala itu, perang urat syaraf yang dilontarkan Rabiot dibalas Yamal dengan gol spektakuler yang menyingkirkan Prancis. Kendati demikian, Rabiot memilih mengabaikan masa lalu tersebut dan menegaskan skuadnya tidak gentar menghadapi siapa pun.
Mantan gelandang Juventus itu menambahkan bahwa kondisi internal Les Bleus saat ini sangat kondusif dan berada pada tingkat kesiapan tertinggi. Pemenang dari laga sengit ini nantinya akan melaju ke babak final untuk menantang pemenang laga semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris.