Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Jumat (10/7/2026). Fenomena alam ini ditandai dengan dua kali erupsi yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam, memicu kekhawatiran akan keamanan warga di sekitar lereng gunung.

Berdasarkan data dari Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 06.05 Wita. Letusan ini melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1,2 kilometer di atas puncak kawah. Abu tebal berwarna kelabu dilaporkan terbawa angin ke arah barat dan barat laut, dengan durasi letusan tercatat selama 2 menit 36 detik pada amplitudo maksimum 29,6 mm.

Tak berselang lama, aktivitas gunung yang saat ini berstatus Level III atau Siaga tersebut kembali meningkat pada pukul 09.51 Wita. Meski kolom abu yang teramati lebih rendah, yakni sekitar 600 meter, intensitas tebal abu vulkanik kali ini terpantau mengarah ke sisi timur laut dan timur. Erupsi susulan ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 44,4 mm.

Menanggapi situasi ini, pihak otoritas gunung api menegaskan agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga yang terdampak sebaran abu vulkanik diminta untuk segera menggunakan masker atau pelindung pernapasan demi menghindari dampak kesehatan akibat paparan material vulkanik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran informasi mitigasi bencana berjalan efektif dan responsif terhadap perkembangan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki ke depannya.