Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) baru saja menggelar Temu Ilmiah III dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-10. Bertempat di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan, forum ini menjadi ruang dialog strategis bagi para akademisi, pakar riset, pemerintah, hingga pelaku industri untuk merumuskan masa depan kelapa sawit yang lebih kompetitif.

Mengusung tema besar terkait teknologi cerdas dan inovasi hilirisasi, acara ini menghadirkan kolaborasi lintas negara dengan pembicara ahli dari Indonesia, Thailand, Malaysia, hingga Nigeria. Pertemuan ini menekankan pentingnya adopsi teknologi berkelanjutan sebagai jawaban atas tantangan industri global yang kian dinamis.

Rektor ITP2I, Prof. Tengku Dahril, menegaskan bahwa kampusnya berkomitmen penuh dalam mencetak SDM unggul untuk sektor perkebunan. Saat ini, ITP2I telah berhasil meluluskan 192 tenaga profesional yang kini berkiprah di industri, dengan ratusan mahasiswa lainnya yang masih menempuh pendidikan guna memperkuat sektor hilir.

Lebih lanjut, Prof. Dahril menargetkan peningkatan kualitas tenaga pendidik secara menyeluruh. "Kami menargetkan seluruh dosen ITP2I memiliki kualifikasi doktor agar riset yang dihasilkan dapat memberikan solusi konkret bagi pengembangan industri sawit nasional," ujarnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Asisten III Setdakab Pelalawan, Mayhendri, mewakili pemerintah daerah menyampaikan dukungannya. Ia menegaskan bahwa besarnya potensi sawit di Pelalawan memerlukan dukungan riset yang kuat agar produk turunan kelapa sawit daerah dapat terus bersaing di kancah internasional melalui penguatan teknologi dan inovasi berkelanjutan.