Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sepanjang hari Rabu (8/7/2026), gunung berapi tersebut tercatat mengalami tujuh kali letusan yang berlangsung sejak dini hari hingga menjelang siang.
Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau menyebutkan bahwa erupsi pertama terdeteksi pada pukul 00.11 WIB melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter. Rentetan erupsi berlanjut dengan intensitas yang bervariasi, di mana kolom abu mencapai ketinggian puncaknya pada 250 meter di atas permukaan kawah.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menjelaskan bahwa kolom abu yang menyembur terpantau berwarna kelabu hingga hitam pekat. Arah sebaran material vulkanik tersebut secara dominan bergerak menuju ke arah utara dan barat laut, dengan amplitudo kegempaan tercatat mencapai angka maksimal 50 milimeter.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Pihak otoritas terkait memberikan peringatan tegas bagi masyarakat, nelayan, maupun wisatawan agar tetap menjauhi area kawah dalam radius aman lima kilometer.
Langkah preventif ini diambil mengingat potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu. Petugas terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap instabilitas vulkanik di kawasan tersebut guna memastikan keselamatan warga di pesisir Selat Sunda.