Menyikapi cuaca ekstrem dan meningkatnya tren pendakian musiman, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bergerak cepat memperketat pengawasan di kawasan Gunung Sumbing. Melalui komunikasi sosial yang digelar pada Selasa (14/7), Perhutani berkoordinasi langsung dengan pengelola Basecamp Pendakian via Adipuro di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli, BKPH Magelang, guna menyamakan langkah mitigasi risiko di lapangan.
Langkah preventif ini difokuskan pada pengamanan kawasan hutan dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tata kelola sampah, serta pengetatan pengawasan arus keluar-masuk pendaki. Kesiapsiagaan ekstra dinilai krusial mengingat suhu udara di area pegunungan tengah merosot tajam, di samping maraknya fenomena pendaki pemula yang kerap mendaki demi tren media sosial (fear of missing out/FOMO) tanpa persiapan matang.
Kepala BKPH Magelang, Yulianto, mewakili Administratur KPH Kedu Utara, menegaskan bahwa keselamatan pendaki dan kelestarian ekosistem hutan adalah prioritas utama. Pihaknya mewajibkan pemeriksaan ketat terhadap logistik, pakaian hangat, dan perlengkapan keselamatan sebelum pendaki diizinkan naik. Ia juga mengimbau keras agar tidak ada aktivitas yang memicu percikan api, seperti membuat api unggun sembarangan atau membuang puntung rokok.
Merespons hal tersebut, pengelola Basecamp Sumbing via Adipuro, Ridho, menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung kebijakan Perhutani. Pihak basecamp berjanji akan terus mengedukasi para pendaki, terutama pemula, agar lebih disiplin dalam manajemen sampah dan memahami regulasi keselamatan guna menghindari insiden yang tidak diinginkan di sepanjang jalur pendakian.