Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens pada Senin, 6 Juli 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya delapan kali guguran lava pijar yang meluncur dari puncak gunung dengan jarak luncur maksimum mencapai dua kilometer. Arah luncuran guguran tersebut dominan menuju ke sektor Sungai Sat dan Sungai Putih.
Berdasarkan laporan pengamatan visual, kondisi Gunung Merapi terpantau jelas dengan cuaca yang cerah di sekitar kawasan puncak. Tidak teramati adanya asap kawah yang keluar pada periode pengamatan tersebut, sementara suhu udara di sekitar area pegunungan tercatat berada di angka 16,4 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 97,6 persen.
Selain aktivitas visual, instrumen seismik juga merekam adanya aktivitas kegempaan yang cukup aktif. Data BPPTKG menunjukkan telah terjadi 36 kali gempa guguran, delapan kali gempa fase banyak (hybrid), serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Aktivitas seismik ini menjadi indikator penting dalam pemantauan stabilitas gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut.
Hingga saat ini, pihak otoritas geologi menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga. Masyarakat serta wisatawan diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang timbul akibat aktivitas vulkanik yang masih berlanjut.