Sektor perbankan di Vietnam menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi dengan memperkuat kemitraan strategis bersama para pelaku usaha. Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam (SBV), Nguyen Ngoc Canh, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam memobilisasi sumber daya, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai langkah konkret, SBV terus menempuh jalur kebijakan moneter yang fleksibel dengan menjaga stabilitas makroekonomi dan pengendalian inflasi. Sepanjang semester pertama tahun 2026, otoritas moneter secara konsisten mengarahkan bank komersial untuk menurunkan suku bunga guna meringankan beban biaya modal bagi dunia usaha. Hingga akhir Mei 2026, tercatat lebih dari 40 bank telah merespons dengan menurunkan suku bunga deposito sebagai langkah awal penyesuaian pasar.

Selain kebijakan suku bunga, SBV melakukan reformasi regulasi melalui Surat Edaran No. 25/2026/TT-NHNN yang meningkatkan rasio penggunaan modal jangka pendek untuk pinjaman jangka menengah dan panjang dari 30% menjadi 40%. Penyesuaian ini ditujukan khusus untuk membantu perusahaan yang tengah menggarap proyek infrastruktur skala besar dan proyek-proyek strategis nasional, sehingga mampu menopang target pertumbuhan ekonomi dua digit.

Dari sisi operasional, perbankan kini mulai menerapkan teknologi digital dan mekanisme 'sandbox' untuk mempermudah penilaian kredit. Data per Juni 2026 menunjukkan total kredit yang beredar telah melampaui 19,9 juta VND, di mana 92,6% di antaranya disalurkan kepada sektor swasta. Prioritas utama tetap diberikan pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan, serta industri pendukung dan startup berbasis inovasi digital dan ramah lingkungan.

Pihak Bank Negara Vietnam juga menegaskan komitmennya untuk memangkas hambatan birokrasi dalam akses kredit. Ibu Pham Thi Thanh Tung, Wakil Direktur Departemen Kredit SBV, menegaskan bahwa bank komersial yang menghambat penyaluran modal bagi bisnis yang telah memenuhi syarat kelayakan akan dimintai pertanggungjawaban langsung kepada Gubernur Bank Negara Vietnam. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan arus kas tetap lancar bagi sektor ekspor dan bisnis produktif lainnya.