Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Sabtu, 11 Juli 2026. Berdasarkan laporan terkini, gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini terpantau meluncurkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dengan jarak luncur mencapai 1,9 kilometer menuju alur Sungai Krasak.
Data dari laman resmi MAGMA Indonesia yang dikelola oleh BPPTKG menunjukkan bahwa aktivitas seismik di gunung tersebut masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 22 kali gempa guguran dan 31 kali gempa hybrid terjadi selama periode pengamatan. Kondisi visual kawah terpantau jelas tanpa adanya asap, dengan variasi cuaca di sekitar kawasan puncak yang berkisar antara cerah hingga mendung.
Kondisi meteorologi di wilayah Gunung Merapi dilaporkan memiliki suhu udara yang cukup dingin, yakni berada di kisaran 14,8 hingga 17,4 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan antara 59 hingga 83 persen. Mengingat rangkaian aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, otoritas terkait tetap mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Masyarakat serta wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan mematuhi zona larangan yang telah ditetapkan demi keamanan. Pihak berwenang akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut guna mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut.