Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Jumat (12/6/2026) pagi, tepatnya pukul 05.12 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, visual letusan tidak teramati secara langsung akibat kondisi cuaca di sekitar puncak gunung.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Catatan seismik menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, di mana sepanjang periode pengamatan malam sebelumnya, tercatat adanya 20 kali gempa letusan dengan amplitudo signifikan. Selain gempa letusan, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini juga menunjukkan aktivitas gempa guguran dan hembusan yang terus berlangsung.

Data mencatat bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, Gunung Semeru telah mengalami erupsi sebanyak 49 kali. Fenomena ini menempatkan Semeru sebagai gunung api dengan intensitas letusan terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2026, dengan total 1.238 kali erupsi dari total 2.562 letusan gunung api yang tercatat di seluruh tanah air.

Menanggapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan pendaki. Larangan beraktivitas diberlakukan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari risiko terdampak awan panas maupun aliran lahar dingin yang berpotensi mencapai jarak 17 kilometer.