Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan signifikan pada Jumat (3/7/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut tercatat mengalami tujuh kali letusan hanya dalam kurun waktu empat jam.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa rangkaian erupsi ini dimulai pada pukul 06.06 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter. Intensitas letusan kemudian berlanjut secara fluktuatif, dengan tinggi kolom abu berkisar antara 400 hingga 1.300 meter di atas puncak gunung.

Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Pihak otoritas pemantau gunung api menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini diberlakukan mengingat adanya potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang mengancam keselamatan warga.

Selain zona larangan di Besuk Kobokan, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama untuk menghindari risiko lontaran batu pijar. Warga diimbau untuk terus waspada terhadap ancaman aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di aliran Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, guna memitigasi risiko bencana di tengah aktivitas vulkanik yang sedang tinggi.