Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan melontarkan abu erupsi pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 20.27 WIT. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut memproduksi kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 1.825 meter di atas permukaan laut.
Laporan dari aplikasi MAGMA Indonesia mencatat, kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi selama 58 detik. Peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas seismik Gunung Ibu, yang dalam sepekan terakhir saja telah mengalami erupsi sebanyak 14 kali.
Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih bertahan di Level II atau Waspada. Berdasarkan pengamatan kegempaan harian pada 7 Juli 2026, terjadi aktivitas signifikan berupa 78 kali gempa letusan, 13 kali gempa harmonik, serta 75 kali gempa low frequency. Tingginya intensitas aktivitas ini membuat pihak otoritas geologi terus memperketat pengawasan.
Guna menghindari risiko yang tidak diinginkan, PVMBG mengimbau masyarakat setempat maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Selain itu, terdapat aturan perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara yang harus dipatuhi demi keselamatan penduduk dan pengunjung.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2026, Indonesia telah mencatat sebanyak 2.991 letusan gunung api. Dari jumlah tersebut, Gunung Ibu menempati urutan kedua dengan catatan 1.008 kali erupsi, tepat di bawah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mendominasi catatan letusan tahun ini dengan 1.344 kali.