Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan peningkatan intensitas erupsi pada Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Selama periode pengamatan Rabu (8/7) dari pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, petugas mencatat sebanyak tujuh kali letusan terjadi secara beruntun.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, kolom abu yang dihasilkan dari serangkaian letusan tersebut mencapai ketinggian bervariasi antara 200 hingga 800 meter di atas puncak. Selain fenomena letusan, visual gunung menunjukkan aktivitas asap kawah utama yang konsisten dengan intensitas tipis.
Data pemantauan seismik turut merekam aktivitas kegempaan yang cukup signifikan, mencakup gempa letusan dengan amplitudo mencapai 44,4 milimeter, serta aktivitas gempa hembusan, tremor non-harmonik, dan gempa frekuensi rendah. Hingga saat ini, posisi aliran lava juga masih terpantau sejauh 3,8 kilometer ke arah barat-barat laut dan 4,34 kilometer ke arah timur laut dari titik pusat erupsi.
Mengingat status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga), pihak otoritas menekankan larangan bagi masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk mendekati radius lima kilometer dari kawah. Warga di sekitar daerah aliran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama bagi penduduk di wilayah rawan seperti Dulipali, Nobo, dan Hokeng Jaya.
Pihak PVMBG juga menyarankan warga untuk selalu menggunakan masker guna mengantisipasi paparan abu vulkanik. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api setempat agar langkah mitigasi yang tepat dapat segera dilakukan.