Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Sepanjang hari Kamis (11/6/2026), pusat pengamatan mencatat sebanyak enam kali erupsi yang terjadi dalam rentang waktu pukul 00.41 hingga 11.13 WIB.
Berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, letusan dengan intensitas tertinggi tercatat pada pukul 08.03 WIB. Kolom abu yang dihasilkan mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan visualisasi kolom berwarna putih hingga kelabu tebal yang bergerak ke arah barat daya.
Selain aktivitas letusan, data seismograf juga merekam fluktuasi kegempaan yang cukup intens. Dalam enam jam pengamatan, terdeteksi 18 kali gempa erupsi, satu kali gempa guguran, serta beberapa kali aktivitas hembusan dan tektonik jauh. Kondisi ini menegaskan bahwa Gunung Semeru masih berada dalam Status Level III atau Siaga.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak otoritas menegaskan larangan keras bagi warga untuk melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari kawah utama. Masyarakat juga diminta menjauhi sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari ancaman awan panas dan guguran lava.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi aliran lahar. Otoritas setempat menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona larangan demi mengantisipasi risiko bahaya lontaran batu pijar serta luapan material vulkanik.