Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Minggu (5/7/2026), terpantau guguran lava pijar meluncur sejauh 1.500 meter dari kawah puncak menuju arah tenggara, tepatnya ke kawasan Besuk Kobokan.

Selain luncuran lava, petugas mencatat sedikitnya delapan kali letusan terjadi dalam periode pengamatan yang sama. Letusan tersebut memicu munculnya kolom asap berwarna kelabu dengan ketinggian mencapai 800 meter di atas puncak, yang terbawa angin ke arah tenggara, timur, dan utara.

Yadi Yuliandi, petugas pos pengamatan, menegaskan bahwa status gunung masih memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat. Pihaknya mengeluarkan imbauan tegas agar warga tidak melakukan segala bentuk aktivitas di dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Lebih lanjut, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman awan panas guguran serta banjir lahar. Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat kondisi cuaca dan aktivitas gunung yang masih fluktuatif.