Kawasan lereng Gunung Semeru kembali berada dalam status kewaspadaan tinggi menyusul rentetan aktivitas vulkanik yang signifikan. Tercatat sebanyak 16 kali erupsi terjadi dalam kurun waktu enam jam pada Selasa (30/6/2026), yang memaksa petugas pos pantau memberlakukan larangan akses di sejumlah titik rawan.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa peningkatan aktivitas tersebut terekam sejak pukul 12.00 hingga 18.00 waktu setempat. Berdasarkan data pengamatan, letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menghasilkan kolom abu setinggi 300 meter hingga 1,2 kilometer. Selain itu, guguran lava pijar teramati meluncur sejauh 1 hingga 1,5 kilometer ke sektor tenggara.
Mengingat potensi bahaya awan panas dan lahar yang dapat menjangkau jarak hingga 17 kilometer, otoritas terkait melarang keras aktivitas warga di empat jalur aliran sungai yang berhulu langsung dari kawah. Area yang menjadi zona terlarang utama adalah sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Lebih lanjut, pihak pos pantau menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada di Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah, guna mengantisipasi ancaman lontaran batu pijar serta bahaya sekunder lainnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat fluktuasi kawah.