Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur terpantau mengalami peningkatan signifikan pada Rabu (1/7/2026). Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, tercatat sebanyak 15 kali letusan terjadi dalam rentang waktu enam jam, yakni sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa letusan tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan puncak. Material abu yang teramati memiliki intensitas sedang dengan dominasi warna putih hingga kelabu, yang terpantau bergerak ke arah selatan dan tenggara.
Menyikapi peningkatan aktivitas ini, pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga.
Selain ancaman awan panas guguran, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran lava serta banjir lahar dingin. Ancaman tersebut terutama berpotensi terjadi di sepanjang jalur aliran sungai yang berhulu di area puncak Gunung Semeru.